08121-433-433

Desain rumah ala korea selatan

Kamis, Februari 25th 2016. | Blog

interior-hanok

Beda negara beda budaya, beda juga rumah tradisionalnya. Jika rumah tradisional Korea selatan kita mengenal Hanok. Hanok merupakan rumah tradisional Korea selatan dengan interior dan eskterior saling berkaitan dengan konsep bangunan rumah yang dibuatnya. Beasanimsu memiliki arti secara harifah merupakan konsep rumah ideal dengan gunung di bagian belakang dan sungai di depan, serta memiliki ondol atau gudeul, sebuah sistem penghangat ruangan bawah lantai.

Desain hanok berbeda pada masing-masing daerah, untuk daerah yang terletak di daerah utara yang lebih dingin, rumah dibangun berbentuk segi empat tertutup agar lebih baik dalam menyimpan panas. Sementara di daerah tengah, rumah berbentuk “L” sedangkan di selatan, rumah berbentuk “I”.

Hanok dibangun menghadap ketimur ataupun keselatan, hal ini bertujuan untuk memperoleh pencahayaan matahari yang cukup. Pada umumnya rumah hanok dibangun dari bahan-bahan alam seperti kayu, tanah, batu, jerami, genting dan kertas. Tiang dan juga kerangka hanok terbuat dari kayu seedangkan temboknya dibangun dengan bata yang di buat dari campuran tanah dan rumput. Kertas tradisional Korea/Hanj dipasang dirangka jendela konstruksi hanok, lantainya terbuat dari tanah yang dikeraskan atau juga bisa menggunakan batu. Sebutan untuk Pingiran atap hanok yang melengkung keatas dinamakan Cheoma.

Hanok di bedakan menjadi dua yang pertama Giwajib (rumah beratap genting) dan yang kedua adalah Chogajip (rumah beratap jerami) yang dihuni oleh petani. Bedanya Giwajib dibangun dengan menggunakan genting giwa sehingga biayanya cukup mahal Sedangkan Chogajip dibuat dari jerami sehingga biayanya cukup terjangkau. Hanok yang beratap genting hingga kini masih dipakai sebagai tempat tinggal warga Korea, namun untuk hanok jerami terbilang langka untuk saat ini.

Ciri khas rumah yang berasal dari Asia Timur adalah penataan interior yang minimalis dan terkesan sederhana. Pada ruangan utama terdapat sebuah meja berukuran pendek. Masyarakat tradisional korea biasanya duduk “lesehan” saat menikmati hidangan, minum teh dan ginseng, maupun sekedar bersenda gurau. Pada kamar tidurnya, terdapat kasur lipat yang digunakan sebagai alas tidur. Seringkali pada bagian dinding-dindingnya dihiasi dengan seni kaligrafi yang terbuat dari aksara hangeul.

Demikian sedikit artikel tentang desain rumah ala korsel, semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Jika anda ingin mendesain rumah anda, sampai mengetahui detail budget yang akan keluar, anda bisa memakai jasa kami. terima kasih.

Artikel lain Desain rumah ala korea selatan